Sabtu, 25 Maret 2017

Yang Lebih Sakit, Dari Sekedar Patah Hati



Yang Lebih sakit, dari sekedar patah hati. 


Aku minta maaf perihal sesuatu yang tak bertulang ini, juga jari-jari ku yang tak bisa berhenti mengetik kata demi kata bentuk dari rasa kecewa ku ini.

Bukan karena putus cinta, ini lebih parah sakitnya dari sekedar patah hati. 

Setiap orang selalu ingin terlihat baik dan berusaha menjadi baik, termasuk aku. Terlepas dari bagaimana tingkah ku dulu atau sekarang. Aku ingin terlihat baik, aku ingin dianggap baik.
Karena untuk sebuah awal pengenalan untuk di terima pun kadang orang selalu ingin terlihat baik, dan bahkan sampai mengajarkan hal-hal baik. Untuk sebuah penilaian.

Entah mungkin aku terlalu berburuk sangka. 

Tapi jujur ini lebih sakit dari sekedar patah hati. 

Ketika kamu kalah dari orang yang baru di kenal beberapa hari.
Ketika kamu ingin banyak membela diri, tetapi tak sedikitpun sanggup mengeluarkan banyak kata. aku sadar bagaimana keadaan ku ketika menjelaskan sesuatu yang begitu sensitif.

Mungkin, kalau saja aku tak banyak mendengar perkataan nya yang tak sengaja ku dengar, tidak akan ada fikiran yang begitu tidak mengenakan ini.

Mungkin, kalau saja dulu aku tak banyak tau cerita tentang nya yang tak sengaja ku cari tau, sekali lagi, mungkin tidak ada fikiran Setidak mengenakan ini.

Ingatkah aku pernah bercerita tentang dia dan dia dulu, apa alasannya mereka memilih untuk tidak saling melanjutkan kisah mereka?

Tidak ingat?
Atau cerita itu tidak mampu menepis dalil yang mungkin dia pakai bahwa  "Setiap orang pasti berubah." 

Aku memang seorang anak kecil, tapi anak kecil adalah manusia yang dibekali otak. Aku bisa berfikir aku bisa mencerna apa yang aku lihat.

Bagiku, kesalahan ada untuk di perbaiki. Tetapi, kesalahan yang di ulang-ulang bisa saja itu salah satu kebiasaan.

Mungkin kamu berfikir sebegini repotnya aku menanggapi hal ini, kamu perlu tau bagi ku apapun perihal bahagia dan luka mu aku harus tau. Aku adalah bagian yang akan disalahkan jika seandainya kamu terluka, aku bagian yang akan bertepuk tangan dengan gemuruh ketika kamu bahagia, dan juga bagian yang akan mungkin saja malu ketika kamu berbuat sesuatu yang tidak sepantasnya, tapi tidak akan sedikit pun aku tertunduk malu! Aku akan tetap melihat kedepan menepis semua tatapan dan aku akan tetap membuka telinga tentang perkataan mereka, dan tidak akan aku memperduli. Sebab yang ku fikirkan bagaimana kau, hati dan telinga mu keadaan mu Masih sanggupkah Baik-baik saja?

Fikiran ku memang kelewat berlebih, tapi karena aku terlalu takut jika hal yang terakhir ku fikirkan terjadi memang terjadi padamu.

Aku memang tidak bisa selalu menjagamu, tidak bisa selalu ada di setiap waktu dimana kau membutuhkan orang lain untuk membantu.

Tapi jika kau rasa telah temukan orang yang selalu bisa seperti itu, dan itu dia. selamat! Jaga dan selalu percayai penilaian mu, dan jangan menyesali sebuah pilihan.

Mau ku kamu bahagia. Bahagia yang tidak merebut bahagia yang lain.

Ku bisikan satu, dua kata. Ku sampaikan beberapa hal yang ku tau. Tak di dengar tak masalah bagiku, tugas ku kurasa selesai.

#kopidingin

25 Maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar